Pohon Kaili bukan Mitos

Suku Kaili adalah suku bangsa di Indonesia yang secara turun-temurun tersebar mendiami sebagian besar dari Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu, di seluruh daerah di lembah antara Gunung Gawalise, Gunung Nokilalaki, Kulawi, dan Gunung Raranggonau. Mereka juga menghuni wilayah pantai timur Sulawesi Tengah, meliputi Kabupaten Parigi-Moutong, Kabupaten Tojo-Una Una dan Kabupaten Poso. Masyarakat suku Kaili mendiami kampung/desa di Teluk Tomini yaitu Tinombo,Moutong,Parigi, Sausu, Ampana, Tojo dan Una Una, sedang di Kabupaten Poso mereka mendiami daerah Mapane, Uekuli dan pesisir Pantai Poso.[rujukan?]
Untuk menyatakan “orang Kaili” disebut dalam bahasa Kaili dengan menggunakan prefix “To” yaitu To Kaili.
Ada beberapa pendapat yang mengemukakan etimologi dari kata Kaili, salah satunya menyebutkan bahwa kata yang menjadi nama suku Kaili ini berasal dari nama pohon dan buah Kaili yang umumnya tumbuh di hutan-hutan dikawasan daerah ini, terutama di tepi Sungai Palu dan Teluk Palu. Pada zaman dulu, tepi pantai Teluk Palu letaknya menjorok l.k. 34 km dari letak pantai sekarang, yaitu di Kampung Bangga. Sebagai buktinya, di daerah Bobo sampai ke Bangga banyak ditemukan karang dan rerumputan pantai/laut. Bahkan di sana ada sebuah sumur yang airnya pasang pada saat air di laut sedang pasang demikian juga akan surut pada saat air laut surut.
Menurut cerita (tutura), dahulu kala, di tepi pantai dekat Kampung Bangga tumbuh sebatang pohon kaili yang tumbuh menjulang tinggi. Pohon ini menjadi arah atau panduan bagi pelaut atau nelayan yang memasuki Teluk Palu untuk menuju pelabuhan pada saat itu, Bangga.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kaili)

sebagai seorang yg berdarah kaili, keinginan saya untuk mengetahui asal muasal suku dari nenek moyang saya. banyak versi cerita yg menceritakan asal muasal kata “Kaili” yg menjadi landasan saya untuk mencari tahu. salah satunya adalah cerita yg selama ini mengatakan bahwa kaili berasal dari nama pohon, pohon yg tumbuh besar dan menjulang tinggi, sehingga dapat dikenali dari kejauhan.

dari data dan cerita tersebut, beberapa kawan sengaja melemparkan mop ke forum orang2 kaili, salah satunya di group Facebook ToKaili, forum yang tidak pernah sepi, menceritakan segala macam perihal tentang to Kaili, dari lelucon sampai dengan hal2 yang serius.

dari situ kami mendapatkan keterangan dari beberapa sumber yg menyatakan bahwa pohon kaili masih ada yg tumbuh di belantara hutan antara desa pombewe dengan raranggonau kecamatan biromaru.

informasi dari orang2 tua yg mengenal betul ciri2 pohon kaili. orang yg berprofesi sebagai penebang kayu.

 

 

 

 

 

 

setelah berkumpul dengan kawan2 yang penasaran dengan mitos pohon kaili, kami memutuskan untuk membuat team kecil untuk melihat langsung pohon kaili yang masih tersisa.

penelusuran kami lakukan pada hari minggu tanggal 25 september 2011. perjalanan dari kampung pombewe kelokasi pohon kaili memakan waktu kira2 1 jam sampai dibatas jalan kendaraan roda dua bisa masuk. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki kira2 1 jam.

semoga catatan kecil ini bisa bermanfaat

6 Komentar

Filed under Blogroll

6 responses to “Pohon Kaili bukan Mitos

  1. hama kasian, kenapa tidak ba ajak2 baliat pohon kaili?? kalo sa tau, sa mo ba iko….

  2. hasil apa yah ? keberadaan pohon kaili atau apa yah..??

  3. sama2, saya cuma bagi2 info, banyak yg bekerja bersama saya, ini pun masih sedikit info yg dapat saya posting, sekarang masih menelusuri hal2 lain tentang keberadaan pohon kaili

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s