Kota ku Gelap

Palu belum layak dikatakan sebagai kota, akan tetapi lebih layak dikatakan sebagai kampung/perkampungan yang besar, demikian kata sala seorang sahabat saya (Udin) semasa kuliah dulu. Namun pernyataan tersebut sempat menjadi perdebatan kami, karena ada beberapa kawan yang kurang sependapat. Dengan berbagai macam argument yang menyatakan palu adalah kota. Ada beberapa hal yang paling mendasar yaitu; ciri-ciri kota adalah, Non agraris, penduduk heterogen, dll.
Namun, akhir-akhir ini saya agaknya membenarkan perkataan sahabat saya Udin, mungkin ada benarnya. Hal tersebut saya kaitkan dengan kebutuhan listrik kota yang belum terpenuhi, sehingga terjadi pemadaman listrik bergilir di palu. Semasa kecil Saya pernah ke kampung saudara di Oloboju. kalau malam kami menggunakan lampu teplok karena belum ada listrik (tahun 90an). Dua tahun terakhir memang lebih sering terjadi pemadaman listrik di palu. Seharusnya pemkot belajar menggunakan game Sim city, agar pemkot lebih banyak tahu bahwa listrik itu merupakan salah satu basic needs of city, kalo Pemkot mau serius menanggulagi kesulitan listrik dipalu, agar bisa menjadi KOTA. Bukan kampung/perkampungan besar. Agar masyarakat lebih nyaman beraktivitas.

Tinggalkan komentar

Filed under Blogroll

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s