Nunukan Island (Pulau Nunukan)

Posted in Blogroll on 24 2009k302009bUTCSat, 18 Apr 2009 05:40:37 +0000 2007 by nurzain

catatan perjalanan
nunukan1
pulau Punukan, Google earth

Nunukan is one of the island which is strategic in the areas of economic / trade in the eastern part of indonesia, it is not separated from the position adjacent to the island Nunukan Tawau town, east Malaysia. Nunuknan from a trip to east malaysia more than one (1) hours by using speedboot. Based on experience, in Nunukan people can use two currencies, namely we can use to buy goods Rupiah Ringgit Malaysia or Indonesia in the food stalls on the roadside even. This may also apply in areas that directly borders with neighboring countries.
Nunukan islands are often made in transit by dealer labor Indonesia to Malaysia. So do not wonder if people who come from different regions, especially from the eastern Indonesian island so that people in Nunukan very heterogeneous, so that economic turnaround in Nunukan quite rapidly. April, 19-2009

Salahkah mereka yang memilih GOLPUT..???

Posted in Blogroll on 24 2009k302009bUTCThu, 02 Apr 2009 08:31:07 +0000 2007 by nurzain

Pesta demokrasi lima (5) tahunan di negeri ini kembali digelar pada tanggal 9 april mendatang. Konon katannya, Pesta tahunan ini untuk memilih anggota legislatif DPRD dan DPR-RI yang nantinya akan menjadi wakil rakyat…. (Entah, rakyat yang mana mereka wakili), setumpuk janji untuk perubahan (nasib keluarganya), segudang gombal untuk perbaikan (aset pribadi), sejuta rayuan untuk kepentingan kaum kecil (??)……yang keluar dari bibir manis para CALEG pada saat kampaye, berkedok agama, dermawan, “Yang Akan Menghembuskan Angin Perubahan” yang membuai masyarakat…..dengan penuh harap dan memohon (kasihan sekali) kepada rakyat untuk memilih dia sebagai anggota legislatif, ……..
segala upaya pengerahan (pembodohan rakyat untuk kepentingan segelintir orang) massa yang sebahagian besar adalah rakyat kecil yang di upah dengan sejumlah uang + nasi bungkus yang dilakukan oleh Caleg, toh pada akhirnya mereka akan ditinggalkan…. anggota legislatif duduk digedung mewah di kursi empuk dengan gaji yang dapat menghidupi keluarganya selama puluhan tahun, sementara rakyat kecil kembali mengais rejeki dipinggir jalan, bergulat dengan terik matahari dengan upah yang jauh dari standar UMR…..,
Apakah para Caleg dan rakyat merupakan satu paket yang saling membutuhkan….???
Kepuasan terbesar para caleg tentunya pada saat mereka berhasil bertengger di gedung dewan…… apakah rakyat kecil puas dengan sebungkus nasi + upah rendah …???

Rakyat kecil kemudian akan didatangi kembali lima (5) tahun kemudian untuk sebuah perihal yang sama …..,

Sebuah fenomena aneh tapi nyata…..,

Untuk kesekian kalinya pemilu digelar dinegeri ini, dan untuk kesekian kalinya masyarakat di bodohi, diingkari, dibohongi, dipencundangi …..,

Sementara masih ada sebahagian yang merasa tidak punya kepentingan hanya mampu melihat dari jauh, itulah mereka…..para GOLPUT….., sekian kali mengikuti pemilu ….. adalah pembelajaran yang cukup ….. terlalu sering merasa tertipu oleh janji2 partai yang kini malah menenggelamkam bangsa ini……. kekecewaan yang bercampur aduk dengan perasaan muak, jijik, dengan janji2, rayuan gombal, kebohongan …..

setiap saat melihat di layar televisi….. yang bertempur dan berebut masih tampang2 lama sehingga membosankan untuk menengok televisi…..

alasan lain untuk GOLPUT dikarenakan kebingungan….., caleg dari kerabat dekat, sahabat ataupun keluarga…. Ibarat memilih buah simalakama….

SALAHKAH BILA MEMILIH GOLPUT??

Peta Kota Palu

Posted in Blogroll on 24 2009k282009bUTCSat, 28 Feb 2009 22:19:43 +0000 2007 by nurzain

kota-palu16

 

Kota Palu terdiri dari 4 kecamatan terbagi 43 kelurahan

Kecamatan Palu Barat 15 kelurahan

Kecamatan Palu Selatan 12 kelurahan

Kecamatan Palu Timur 8 kelurahan

Kecamatan Palu Utara 8 kelurahan

PERMUKIMAN NELAYAN DESA OLAYA DI PARIGI.

Posted in Blogroll on 24 2009k282009bUTCFri, 20 Feb 2009 19:40:22 +0000 2007 by nurzain

Penulis : AZHARI SAMSUDIN.ST

Pengembangan dan penataan kawasan tepi pantai baik menata ruangnya maupun penataan permukimannya, seharusnya ditangani dengan program yang diatur sebaik-baiknya. Hal ini karena kota tepi pantai di Indonesia merupakan potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi baik bagi masyarakat pantai khususnya nelayan, maupun pihak pemerintah daerah setempat.
Tujuan penelitian yaitu untuk mendorong dan mengarahkan dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat guna meningkatkan kualitas kehidupan manusia menjadi lebih sehat dan produktif dalam upaya pengembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Sementara sasarannya adalah untuk menata permukiman nelayan di Desa Olaya Kecamatan Parigi didukung dengan ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan layak huni.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan studi lapangan dan pencacahan lengkap (sensus). Studi lapangan dilakukan dengan cara melihat dan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian, sementara pencacahan lengkap dilakukan karena jumlah responden tidak lebih dari 100 kk. Setelah data-data dikumpulkan kemudian dianalasis dengan analisis deskriptif, analisis tabel frekuensi dan analisis peta.
Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa kondisi bangunan permukiman nelayan Desa Olaya tidak sesuai dengan kebutuhan ruang gerak penghuninya. Untuk prasarana dan sarana permukiman belum memadai, sehingga tidak dapat mendukung kegiatan para nelayan. Sementara kondisi sosial ekonomi dan budaya menunjukkan bahwa nelayan setempat terbelit dalam kondisi kemiskinan sehingga mereka tidak dapat melakukan pembiayaan pada rumah dan fasilitas permukimannya.

Kota ku Gelap

Posted in Blogroll on 24 2009k282009bUTCTue, 10 Feb 2009 01:06:56 +0000 2007 by nurzain

Palu belum layak dikatakan sebagai kota, akan tetapi lebih layak dikatakan sebagai kampung/perkampungan yang besar, demikian kata sala seorang sahabat saya (Udin) semasa kuliah dulu. Namun pernyataan tersebut sempat menjadi perdebatan kami, karena ada beberapa kawan yang kurang sependapat. Dengan berbagai macam argument yang menyatakan palu adalah kota. Ada beberapa hal yang paling mendasar yaitu; ciri-ciri kota adalah, Non agraris, penduduk heterogen, dll.
Namun, akhir-akhir ini saya agaknya membenarkan perkataan sahabat saya Udin, mungkin ada benarnya. Hal tersebut saya kaitkan dengan kebutuhan listrik kota yang belum terpenuhi, sehingga terjadi pemadaman listrik bergilir di palu. Semasa kecil Saya pernah ke kampung saudara di Oloboju. kalau malam kami menggunakan lampu teplok karena belum ada listrik (tahun 90an). Dua tahun terakhir memang lebih sering terjadi pemadaman listrik di palu. Seharusnya pemkot belajar menggunakan game Sim city, agar pemkot lebih banyak tahu bahwa listrik itu merupakan salah satu basic needs of city, kalo Pemkot mau serius menanggulagi kesulitan listrik dipalu, agar bisa menjadi KOTA. Bukan kampung/perkampungan besar. Agar masyarakat lebih nyaman beraktivitas.

PETUAH BIJAK…

Posted in Blogroll on 24 2008k312008bUTCMon, 15 Dec 2008 18:13:52 +0000 2007 by nurzain

gandhi“Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan karena memberi maaf hanya dapat dilakukan oleh orang yang kuat.” Mahatma Gandhi (1869-1948), pemimpin spiritual India

van-gogh“Karya besar tidak dikerjakan oleh dorongan, tapi oleh rangkaian hal-hal kecil yang dibawa bersama-sama.” Vincent van Gogh (1853-1890), pelukis Belanda ÂÂ

jean-piagetTujuan paling prinsip dari pendidikan adalah menciptakan manusia yang mampu melakukan hal-hal baru, tidak hanya mengulangi apa yang dilakukan generasi sebelumnya: manusia yang kreatif, memiliki daya cipta, dan penemu.” Jean Piaget (1896-1980), psikolog Swiss

indira-gandhiTidak semua yang modern itu baik, demikian juga tidak semua yang lama itu baik atau buruk.” Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India

evita-peron“Ketakutan terbesar dalam hidup saya adalah dilupakan orang.” Evita Peron (1919-1952), politikus, artis, dan Ibu Negara Argentina

lao-tzu“Memahami orang lain adalah kebijaksanaan, memahami diri sendiri adalah pencerahan.” Lao Tzu (600-531 SM), filsuf China

http://www.okezone.com/

hutan Kota Palu (Arboretum)

Posted in Blogroll on 24 2008k312008bUTCTue, 02 Dec 2008 08:44:12 +0000 2007 by nurzain

Penulis : SURTINI, ST

PENDAHULUAN

Pada awal tahun 1990-an, seiring dengan memburuknya potensi hutan dan semakin memburuknya kondisi dilingkungan perkotaan baik karena pencemaran lingkungan dan dilain pihak disadarainya akan manfaat hutan di perkotaan terutama dengan ditetapkannya kewajiban membangun ruang terbuka hijau dan penataan ruang maka gagasan pembangunan hutan koa mulai dilaksanakan. Pembangunan hutan diperkotaan(selanjutnya disebut hutan kota) mulai dicanangkan Presiden RI pada Pekan Penghijauan Nasional(PPN) ke-30 tahun 1990 di Palu, Sulawesi Tengah. Pembangunan hutan kota mulai ditumbuhkan di 11 kota besar dengan diawali pembangunan hutan kota Jakarta seluas ±2,327 Ha (Suhardi,2001)
Untuk menguatkan kebijakan pembanguan hutan kota di setiap kota disetiap daerah diterbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri untuk menginstrusikan pembangunan hutan kota, termaksud sebagai salah satu indikator kota penyandang Adipura, penghargaan kota terbersih dan ternyaman aspek lingkungan hidup. Pembangunan hutan kota bertujuan untuk memperbaiki dan menjaga iklim mikro, nilai estetika dan fungsi resapan air, serta menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik perkotaan, sehingga fungsi utama hutan kota, yakni perlindungan ekosistem perkotaan dapat berjalan dengan optimal.
Dalam peranan fungsi dan jasa biologis, ekologis,dan hidrologis, pepohonan terbukti dan dinilai mampu meredam dan mengendalikan berbagai bentuk pencemaran. Selain berfungsi sebagai pelestarian lingkungan yaitu pengendali pencemaran udara dan air, hutan kota juga mempunyai fungsi lain yaitu fungsi estetika dan fungsi lansekap. Sehingga sangat tepat jika keberadaan hutan kota mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Fungsi lansekap pada hutan kota meliputi fungsi fisik antara lain vegetasi sebagai unsur struktural berfungsi untuk perlindungan terhadap kondisi fisik alami sekitarnya seperti angin, sinar matahari, pemandangan yang kurang bagus dan terhadap bau. Penggunaan dalam unsur struktur ini ditentukan oleh ukuran dan bentuk kerapatan vegetasi. Kegunaan arsitektural vegetasi sangat penting di dalam tata ruang luar. Dengan struktur vegetasi kasar, sedang, dan halus dapat digunakan pada ruang luar untuk menghubungkan bangunan dengan tapak disekitarnya, menyatukan dan menyelaraskan lingkungan sekitar yang seolah tidak beraturan,memperkuat titik-titik dan area-area tertentu pada lansekap, mengurangi kekakuan unsur-unsur arsitektural yang keras dan membingkai pemandangan. Dalam hal ini vegatasi berfungsi sebagai pelengkap, pemersatu, penegas, pengenal, pelembut, dan pembingkai( Djamal Irwan,2004).
Fungsi lansekap yang meliputi fungsi sosial yaitu penataan vegetasi dalam hutan kota yang baik akan memberikan tempat interaksi sosial yang sangat produktif. Hutan kota dengan aneka vegetasinya mengandung nilai-nilai ilmiah yang dapat menjadi laboratorium hidup untuk sarana pendidikan dan peneliatian. Fungsi kesehatan, misalnya untuk terapi mata dan mental, serta fungsi rekreasi, olahraga, dan tempat berinteraksi sosial lainnya. Rekreasi erat kaitannya dengan estetika dan merupakan bagian dari hidup manusia yaitu berbagai kegiatan untuk mencari kesegaran mental dalam rangka memperbaiki semangat ( Djamal Irwan,2004).
Kota Palu yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Donggala berada di lembah dan kawasan Teluk Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Jumlah penduduk Kota Palu yang terus meningkat dari waktu ke waktu akan memberikan implikkasi pada tingginya tekanan terhadap pemanfaatan ruang, sehingga penataan ruang kawasan perkotaan perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait dengan penyediaan kawasan hunian, fasilitas umum dan sosial serta ruang-ruang terbuka publik(open space) di perkotaan.
Sebagaimana disebutkanGrey dan Deneke (1978) bahwa hutan kota di negara bagian New York terdiri dari barisan pepohonan disepanjang jalan, gerombol vegetasi di taman – taman, termaksud jalur hijau di pinggir kota. Senada dengan yang dikemukakan oleh Djamal Irwan(2004) bahwa hutan kota adalah komunitas vegetasi berupa pohon dan asosiasinya yang tumbuh di lahan kota atau sekitarnya, berbentuk jalur, menyebar, atau bergerombol (menumpuk), strukturnya meniru (menyerupai) hutan alam, membentuk habitat yang memungkinkan kehidupan bagi satwa liar dan menimbulkan lingkungan sehat, suasana nyaman, sejuk dan estetis. Dermikian pula hutan kota yang ada di Kota Palu. Hutan kota di Kota Palu terdiri dari barisan pepohonan sepanjang jalan, gerombol vegetasi di taman-taman, dan komunitas vegetasi yang tumbuh dilahan perkotaan dan meyerupai hutan alam.
Salah satu hutan kota di Kota Palu adalah Arboretum yang terletak di Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Kawasan Arboretum memiliki luas ± 68,428 Ha, selain ditumbuhi bebagai macam vegetasi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Lintar (2006) dalam kawasan tersebut juga hidup habitat lain yaitu burung Kapasan Sayap Putih yang merupakan salah satu burung edemik indonesia yang ada di Sulawesi Tengah. Namun sebagai salah hutan kota yang ada di Kota Palu kawasan tersebut tampak tidak terawat.
Kurangnya pengawasan pada kawasan tersebut mengakibatkan banyak pepohonan yang mati atau sengaja ditebang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu di beberapa bagian digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal tersebut mengakibatkan menurunnya fungsi dan kualitas kawasan. Fenomena yang terjadi pembangunan lahan sekitar kawasan yang sangat meningkat mengancam hilangnya kawasan tersebut. Untuk menghindari hal tersebut maka perlu pengoptimalan fungsi kawasan untuk meningkatkan fungsi dan kualitas kawasan.
Dalam upaya pengoptimalisasian kawasan Arboretum sebagai hutan kota maka perlu penataan melalui pengaturan dan penempatan elemen dan fungsi lansekap secara tepat. Penataan ini dilakukan mengingat bahwa hutan kota mempunyai peran penting untuk peningkatan kualitas lingkungan kota sebagai ruang terbuka hijau untuk wadah komunikasi dan kontak antar warga kota.
Penataan ini mengacu pada Kepmen PU No. 387 tahun 1987 yang menetapkan bahwa fungsi ruang terbuka hijau harus dapat memenuhi fungsi kawasan penyeimbang, konservasi ekosistem dan pencipta iklim mikro (ekologis), sarana rekreasi, olahraga dan pelayanan umum (ekonomis), pembibitan, penelitian (edukatif), dan keindahan lansekap kota (estetis).

MASALAH :

bagaimana mewujudkan fungsi lansekap pada kawasan hutan kota di palu sehingga dapat berfungsi secara optimal.

TUJUAN :

Mewujudkan penataan fungsi lansekap kawasan hutan kota Kota Palu agar dapat berfungsi sebagai kawasan rekreasi yang menarik, yang dilengkapi dengan elemen- elemen penunjang sebagai ruang terbuka hijau aktif tanpa menghilangkan fungsi utama dari hutan kota

SASARAN :

terwujudnya penataan kawasan hutan kota Kota Palu sebagai kawasan rekreasi yang menarik dan sarat dengan muatan ilmiah yang dilengkapi dengan elemen- elemen penunjang agar dapat dimanfaatkan oleh warga kota secara langsung yang dirancang sesuai dengan standar perancangan.

Laskar pelangi..?

Posted in Blogroll on 24 2008k312008bUTCSun, 12 Oct 2008 05:19:09 +0000 2007 by nurzain

Cerita tentang laskar pelangi booming dimana-mana, jadi penasaran deh… ingin tahu, mmhhh…

ternyata filmnya baru launching 25 september kemarin,… yah dipalu mungkin tunggu satu bulan baru

beredar. itu pun pasti cd bajakan… mending cari novelnya

………….. sebuah karya yang bagus, lucu, mengharukan,  yang bisa menghipnotis pembacanya seakan

-berada di belitong (kampung melayu/pulau belitong)…. kalo ingin mendapatkan novel dalam bentuk

pdf …. nih silahkan di download disini…..  laskar-pelangi-bab-1-34

atau kesumber aslinya : http://www.4shared.com/

video gila…..jangan di tiru yah….

Posted in Blogroll on 24 2008k302008bUTCSat, 20 Sep 2008 03:49:00 +0000 2007 by nurzain

Ruang terbuka publik

Posted in Blogroll on 24 2008k302008bUTCMon, 01 Sep 2008 06:42:13 +0000 2007 by nurzain